Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Timur Lilik Hendarwati menyampaikan bahwa masyarakat punya peran sangat penting dalam perkembangan dan kemajuan bangsa, khususnya untuk generasi muda.
Hal itu disampaikan Lilik saat menjadi nara sumber Dialog Legeslatif 2024 yang digelar via Zoom oleh DPM FEB (Dewan Perwakilan Mahasiswa-Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (14/9).
Menurutnya, masing-masing personal memang sudah seharusnya peduli pada bangsa, salah satu bentuknya adalah dengan memiliki kesadaran politik di negara demokrasi seperti Indonesia.
“Jika masing-masing kita harus punya keyakinan, pemahaman yang utuh tentang politik, baik tentang bagaimana memilih pemimpin, bagaimana penyerapan aspirasi rakyat dan lain-lain sebagainya, tanpa melihat dari golongan mana, tentu akan baik untuk bangsa kita,” kata Lilik.
Meski demikian, Lilik tidak menampik, kesadaran politik bisa memungkinkan memunculkan fanatisme politik jika dilakukan tanpa sikap realistis logis.
“Fanatisme pada politik berkembang akhir-akhir ini, hampir 2 periode dapat fenomena yang luar biasa. Masyarakat antusias dalam merespon calon pemimpin nasional maupun daerah yang dianggap cocok dengan pilihannya. Antusiasme yang membabibuta ini yang membuat kadangkala logika diabaikan,” katanya.
Terlebih, ada efek Ruang Gema atau Echo Chambers yang tercipta dari media sosial. Algoritma media sosial, ujarnya, membuat pengguna medsos akan disajikan hal serupa dengan dengan kecenderungannya.
Hal ini, membuat pengguna media sosial ini akan mendapatkan informasi yang sama. Informasi tentang calon pimpinan yang dipilih akan berkumpul menjadi satu.
“Inilah yang membuat respon terhadap calon terlalu berlebihan. Mungin tidak kenal betul, membela mati-matian. Bahkan dengan kata-kata yang berlebihan dengan menghujat yang tidak sependapat, kata-kata yang terlepas dari luapan emosi tanpa menggunakan proses realistis logis. Kalo ketemu dengan lawan, jadi seperti kucing dan anjing yang membahayakan bagi persatuan bangsa,” tegasnya.
Karenanya, ia kemudian mengapresiasi kegiatan Diskusi Legeslatif 2024 sebagai upaya edukasi politik untuk Gen Z. Lilik sebenarnya mengaku sempat khawatir dengan generasi muda yang terlihat apatis pada politik.
“Namun forum-forum seperti ini yang membuat saya lega, karena akan memberikan hal positif untuk memahamkan masyarakat dan generasi muda. Apalagi digelar oleh anak muda yang akan meneruskan estafet kepemimpinan ke depan,” pungkasnya. {}

