Kasus pengeroyokan juru parkir di Keputuh Surabaya beberapa hari lalu seharusnya menjadi pembahasan pemerintah, baik Pemkot Surabaya juga Pemrov Jatim.
Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Lilik Hendarwati saat dihubungi melalui telepon.
Seperti diketahui, Jumat (31/5) malam, sebanyak 8 warga NTT mengeroyok juru parkir di depan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Jalan Raya Keputih Tegal dengan membawa balok kayu.
Serangan warga NTT itupun membuat petugas parkir terluka parah di kepala bagian belakang. Setelah dilarikan ke rumah sakit, petugas parkir ini butuh penanganan serius.
“Saya dicurhati direktur Rumah Sakit Haji. Kondisi juru parkir ini serius. Butuh operasi buka kepala yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sementara kondisi seperti ini tidak ditanggung BPJS,” kata Lilik.
Karenanya, alumnus ITS ini meminta agar pemerintah bisa mensupport warga miskin yang membutuhkan penanganan serius seperti ini.
“Pemerintah harus punya peran membantu masyarakatnya saat mengadapi masalah-masalah seperti ini, khususnya sakit dari korban di luar penyakit yang tidak dicover BPJS, masalahnya mereka ini orang miskin yang tidak mungkin membayar semua biaya operasinya. Sementara bea miskin yang dicover pemprov tidak banyak,” tegasnya.
Sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim, ia berharap pemerinah memberikan porsi yang cukup untuk masyarakat miskin yang mengalami kondisi yang sangat membutuhkan yaang membutuhkan support dari pemerintah.
“Kalo kaya tidak masalah, ini orang yang tidak punya kasihan. Jika tidak segera ditindak akan kasihan orangnya, sementara jika dipaksakan ditindak akan jadi piutang Rumah Sakit, dilema,” katanya.
Menurutnya, perlu dipastikan bahwa dana-dana yang disiapkan untuk masyarakat miskin yang membutuhkan pembiayaan layanan kesehatan di luar BPJS.
“Setahu saya biasanya diambil dari CSR perusahaan rokok kalo dulu, kalo sekarang belum tahu, karena belum ada hearing lagi dari dinas kesehatan, kemungkinan pekan depan akan ada hearing lagi, akan saya tanyakan,” kata Lilik.{}

