Skip to content
Home » Rekam Jejak » Beri Edukasi Politik pada Perempuan Gen Z, Lilik Hendarwati: Wanita Harus Berperan Membangun Masyarakat

Beri Edukasi Politik pada Perempuan Gen Z, Lilik Hendarwati: Wanita Harus Berperan Membangun Masyarakat

Peran perempuan tak boleh lagi dipandang sebelah mata. Karena kemajuan sebuah bangsa tergantung kualitas perempuannya.

Hal ini disampaikan anggota DPRD Jawa Timur dari PKS Lilik Hendarwati saat memberi edukasi politik kepada puluhan generasi milenial dan gen z perempuan yang hadir dalam diskusi di sebuah cafe di daerah Margorejo Surabaya, Minggu, 7 Januari 2024.

Lilik kemudian menyampaikan sebuah kalimat hikmah bahwa wanita adalah tiang negara. Apabila wanitanya baik, maka baik pula negaranya. Apabila wanitanya rusak, maka rusak pula negaranya.

“Jadi peran kita sebagai wanita untuk negara tidak bisa dipandang sebelah mata. Wanita harus cerdas, wanita harus kuat, harus berperan untuk masyarakat, untuk bangsa dan negaranya,” kata Lilik.

Karenanya, ia mengatakan, perempuan juga harus terlibat di urusan politik.

“Dalam kehidupan, ada banyak aturan dan kebijakan yang menentukan nasib masyarakat. Aturan dan kebijakan ini ditentukan dengan urusan politik,” kata Lilik.

Menurutnya, jika saat ini masyarakat mengalami kemudahan atau kesulitan dalam bersekolah, mudah tidaknya mencari pekerjaan, mahal tidaknya BBM, dan seterusya adalah terkait dengan urusan politik.

“Bagaimana kebijakan membangun anggaran, membuat istana baru sementara sembako mahal, pupuk juga langka. Ini juga kebijakan politik,” kata alumnus ITS itu.

Karenanya, ia menjelaskan, jika ingin memperbaiki bangsa, wanita harus juga berperan di bidang politik.

“Dengan memilih, makan suara kalian sangat penting untuk baik buruknya Indonesia ke depan. Ini bagian dari mengambil peran untuk masyarakat dan negara. Terlebih gen z merupakan pemilih terbanyak pada Pemilu 2024 mendatang,” ujar Lilik.

Anak muda, menurutnya, sudah seharusnya selalu mengambil peran, bukan baperan. Selalu ingin menambah wawasan dan terus menguatkan kepemimpinan.

“Jika suatu saat negara membutuhkan leader, anak muda lah yang tamlil dan hasus siap tampil. Tak hanya sebagai warisan, masa depan merupakan harapan,” katanya.

Menurutnya, mereka yang sudah men-set up dirinya adalah orang yang siap menjadi pemimpin di masa mendatang.

Manusia punya pilihan untuk melakukan sesuatu atau diam. Berperan dalam setiap perubahan atau acuh.

Meski demikian, Lilik mengingatkan bahwa Islam mengajarkan bagaimana manusia terus memberi kontribusi dalam masyarakat. “Khoirunnas anfauhum linnaas, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Ini harus menjadi semboyan yang ada di dalam diri,” pungkas Lilik. {}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *