Hal itu disampaikan oleh Co-Captain Tim Provinsi AMIN Jawa Timur, Lilik Hendarwati, dalam acara yang digelar di lantai 3 kantor DPW PKS Jawa Timur, Sabtu (16/12/2023).
”Kami datang ke acara ini sukarela, tidak ada paksaan. Pagi-pagi sudah janjian dengan teman-teman dari berbagai wilayah di Surabaya, untuk hadir bareng-bareng di acara ini,” ujar Kepi, perempuan berprofesi driver ojol asal Surabaya Barat.
Terlihat mereka kompak memakai kaos seragam warna hitam dibalut hijab. Usai registrasi, satu persatu masuk ke ruangan berkapasitas 200 orang. Sesekali, para perempuan ini dengan tangkas memainkan telepon genggam.
”Kami tetap memantau perkembangan lapangan, walau saat ini kami hadir di acara ini,” ungkap Kepi.
Soal memilih paslon AMIN, Kepi dan rekan-rekannya kompak menjawab bahwa mereka ingin perubahan.
”Banyak aturan ketenagakerjaan saat ini yang mengancam profesi kami. Lihat saja dampak Omnibus Law itu,” tambahnya.
Mereka mewakili rekan-rekannya dari komunitas ojol yang berhalangan hadir.
”Jangan lupa, nanti informasi sahih tentang AMIN tolong diberitahukan ke rekan-rekannya,” pinta Sekretaris Bidang Media dan Komunikasi Publik Timprov AMIN Jatim, Isa Anshori, yang hadir membuka acara.
Sedangkan kepada Lilik yang kini menjadi caleg PKS untuk DPRD Jawa Timur, para perempuan ojol memberi sejumlah masukan. Seperti soal bantuan pendidikan untuk putra-putri mereka. Lilik terlihat menyimak seksama lalu menjawabnya satu persatu.
”Masukan dari anda semua sangat penting untuk dirumuskan dalam kebijakan. Saya akan sangat memperhatikan hal itu,” tegas Lilik.{}

